Buku Filsafat

Buku Agama



Buku Politik

Buku Sastra

Judul: Cahaya Al-Qur'an
Penulis: Prof Dr. Bambang Cipto, MA.
Penerbit: Simpang Nusantara, 2022
Tebal: 216 hlm

ISBN 978-623-5325-00-2

Memasuki peradaban dunia yang serba digital, masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu bersama peralatan canggih berbasis internet. Karena itu, sebuah keniscayaan jika keakraban terhadap kitab suci mulai berjarak, bahkan jauh di lipatan waktu media sosial. Tak terkecuali umat Islam, pergaulannya terhadal Al-Qur’an begitu sangat singkat, karena terlalu sibuk dengan dunia.

Fenomena yang tak bisa ditawar tersebut tentu menjauhkan diri dari cahaya Al-Qur’an yang hanya dapat diraih melalui perenungan yang mendalam oleh pikiran dan hati. Nah, kehadiran buku di tangan Anda ini ingin mencoba kembali mengakrabkan Al-Qur’an kepada kita, melalui berbagai paradigma yang mungkin akan dibutuhkan di masa depan.

Meskipun berasal dari berbagai kumpulan Kultum, buku oleh penulis diberi judul Cahaya Al-Qur’an ini memuat berbagai tema kekinian dan kemajuan yang diharapkan mampu medekatkan para pembaca kepada kitab suci yang kita cintai; Al-Qur’anul Karim. Selamat membaca.

Judul: Kaidah-Kaidah I’lal Sharaf
Penulis : Rifqi Amrulah Fatah
Pernerbit: Simpang Nusantara, 2021
Tebal : viii + 83 hlm
Ukuran : 130 x 200 mm
 
ISBN 978-623-96479-9-5

Belajar bahasa Arab ataupun Kitab Arab Gundul terasa kurang jika tidak memahami ilmu sharaf. Ilmu sharaf adalah ilmu yang mempelajari perubahan kata dari satu bentuk yang lain sesuai makna yang dikehendaki. Terdapat dua pendapat mengenai "bentuk asal" dari suatu kata. Pertama, menurut pendapat Ulama Bashrah bahwa "bentuk asal" dari suatu kata adalah mashdar. Kedua, Ulama Kufah berpendapat bahwa bentuk asal suatau kata adalah fi'il madhiy. Selain itu, ilmu sharaf sangat erat kaitannya dengan i'lal. I'lal diartikan mengubah suatu kata dengan beberapa cara agar pelafalannya mudah diucapkan. Dalam buku ini dijelaskan kaidah-kaidah i'lal beserta contoh-contohnya yang mudah dipahami dan dihafal.

Belajar bahasa Arab ataupun Kitab Arab Gundul terasa tidak lengkap, bahkan sangat sulit, jika tidak memahami ilmu sharaf . Ilmu sharaf adalah ilmu yang mempelajari perubahan kata dari satu bentuk asal ke bentuk yang lain sesuai makna yang dikehendaki. Terdapat dua pendapat mengenai “bentuk asal” dari suatu kata. Pertama, menurut  pendapat Ulama Bashrah bahwa "bentuk asal" dari suatu kata adalah dari mashdar . Kedua, Ulama Kufah berpendapat bahwa bentuk asal suatu kata adalah fi’il madhiy . Selain itu, ilmu sharaf sangat erat kaitannya dengan i'lal . I'lal diartikan mengubah suatu kata dengan beberapa cara agar pelafalannya mudah diucapkan. Buku ini merupakan kumpulan catatan penulis pada saat masih belajar di Kajen, Pati. Tentunya, penulis juga menggunakan referensi tambahan kitab-kitab klasik sebagai bahan untuk menulis buku ini. Dalam buku ini dijelaskan kaidah-kaidah i'lal beserta contoh-contohnya yang mudah dipahami serta dihafal. Semoga bermanfaat.
Judul:  Peradaban Berkemajuan dan Penuh Rahmat
Penulis: Prof. Dr. Bambang Cipto, MA.
Penerbit: Simpang Nusantara, 2021

ISBN 978-623-96479-7-1

Paska krisis keuangan 2008 yang menjadi krisis ekonomi global, popularitas Amerika sebagai negara superpower mulai meredup, setelah sejak 1945 dikenal sebagai adidaya tanpa tergoyahkan. Krisis tersebut telah menyadarkan Presiden Obama untuk menghentikan petualangan militer besar-besaran di luar negeri, sebagaimana dilakukan Presiden Bush. Penarikan pasukan Amerika Serikat dari Iraq 2011 dan Afghanistan 2021 semakin membuktikan hal tersebut. Berakhirnya petualangan tersebut melenyapkan pula kemampuannya untuk menyelamatkan ekonomi Eropa. Akibatnya beberapa negara Eropa seperti Italia dan Yunani memilih China sebagai penolongnya. Hal ini menurunkan popularitas peradaban Barat yang ditopang oleh keunggulan ekonomi, militer, serta ilmu pengetahuan Amerika.

China yang diunggulkan para pengamat sebagai pengganti Amerika sebagai superpower belum secara tegas mengakuinya. Hal itu senada dengan Anggota Dewan Negara dan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, yang menyebut China bukanlah bekas Uni Soviet dan negaranya tidak berminat untuk menggantikan Amerika. Mereka tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk menundukkan Amerika selaku superpower, tetapi bukan tidak mungkin memiliki strategi khusus untuk mengungguli Amerika.

Buku ini mencoba memberikan pembacaan dan semacam peta dalam memahami pergeseran poros peradaban dunia yangperlu diperhatikan oleh masyarakat Islam dunia. Dalam buku yang ditulis dengan banyak mengutip ayat-ayat Al-Qur'an ini terdapat pengayakan konsep-konsep yang dibutuhkan dalam membentuk peradaban berkemajuan serta dipenuhi dengan rahmat Allah swt. Penulis mencoba memberikan perspektif keilmuan yang baru dari berbagai keyakinan yang telah menjadi doktrin selama ini.

Judul: Membongkar Kedok Marxisme: Dari Khayalan Menuju Kehancuran
Penulis: Ludwig von Mises
Penerbit: Simpang, 2021
Tebal: 206 halaman

ISBN 978-623-96479-5-7

Kita tidak bisa duduk mendengarkan Ludwig von Mises di seminarnya yang terkenal di Wina. Kita tidak bisa kembali ke masa lalu dan menghadiri seminar New York-nya, atau mengikutinya di acara ceramah yang dia adakan di tahun 50-an dan 60-an. Namun berkat buku yang menggetarkan ini, kita memiliki akses kepada apa yang dia katakan. Dia ramah, lucu, bersemangat, dan terpelajar. Buku ini memberikan pandangan yang jujur tentang Mises dan gaya mengajarnya, menunjukkan penguasaannya yang mempesona atas materi, dan mengajar dengan cara yang lebih anggun daripada risalahnya.

Buku ini berisi sembilan ceramah yang disampaikan selama satu minggu, dari 23 Juni hingga 3 Juli 1952, di Perpustakaan Umum San Francisco. Mises berada di puncak karirnya sebagai guru dan dosen. Dia berbagi pembelajaran seumur hidup tentang berbagai topik yang (dan tetap) penting bagi kehidupan publik Amerika. Sebagaimana ditunjukkan judulnya, fokus utamanya adalah pada Marxisme. Dia membahas Marx dan posisinya dalam sejarah gagasan, kehancuran yang ditimbulkan oleh ideologinya yang berbahaya, cara para pengikutnya menutupi kesalahannya, dan bagaimana kaum Marxis sendiri telah bekerja begitu lama untuk menyelamatkan Marxisme dari dirinya sendiri. Dia membahas dan membantah klaim Marxis tentang sejarah dan fitnah revolusi industri.

Judul: Mutiara Al-Qur'an (Cahaya untuk Seluruh Alam)
Penulis: Bambang Cipto
Penerbit: Simpang, 2021
Tebal: vi + 188 hlm
Ukuran: 140 x 200 mm

ISBN 978-623-96479-3-3

Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta. Al-Quran dengan demikian sesungguhnya bukanlah ditujukan semata-mata bagi umat Islam namun seluruh umat manusia dan bahkan bagi seluruh alam semesta. Kitab suci ini diturunkan setahap demi setahap kepada Rasululllah untuk diajarkan kepada seluruh umat manusia. Bahkan lebih luas lagi kitab ini ditujukan agar seluruh semesta alam pun mendapatkan cahaya dan petunjuk-Nya berupa rahmatan lil alamin.

Buku ini merupakan kumpulan ceramah yang disampaikan penulis di beberapa forum dalam kurun waktu setahun terakhir. Buku di tangan Anda ini bukanlah sebuah tafsir akan tetapi lebih sebagai refleksi penulis terhadap ayat-ayat Al-Quran yang disusun berdasarkan topik tertentu dan dijadikan bahan untuk menyampaikan ceramah di beberapa forum terbatas sebagaimana disampaikan di atas. Semoga buku kecil ini bermanfaat bagi para pembaca yang dirahmati Allah.

Judul: Pembangunan Masyarakat yang Berpihak (Refleksi Seorang Pekerja Pembangunan)
Penulis: Bambang Soetono
Penerbit: Simpang Nusantara, 2021
Tebal: xx + 196 hlm

ISBN: 978-623-96479-2-6

Bagi yang berminat,
silakan order via WA 08128402365

Buku yang ditulis oleh Mas Bambang Soetono ini menarik. Selain ditulis oleh orang yang mengetahui persis tentang pembangunan dan pemberdayaan yang terjadi di lapangan, juga oleh orang yang memiliki latar belakang studi di bidang hukum yang matang. Karena itu, pilihan refleksi yang ditulis di sini, merupakan cerminan dari pengalaman lapangan dan perspektif akademik yang dimilikinya. Pendekatan kelembagaan baru menjadi titik tolak dari pembahasan. Bahwa apa yang terjadi di pedesaan pasca reformasi merupakan bagian dari ‘keinginan politik’ untuk mengubah nalar pembangunan, dari sebelumnya tersentralisasi menuju terdesentralisasi, dari yang sebelumnya hanya terkonsentrasi di perkotaan menuju ke arah yang lebih adil ke pedesaan. Tetapi, mewujudkan ‘keinginan politik’ itu tentu saja tidak seperti membalik telapak tangan. Apa yang ditulis oleh Mas Bambang ini, karena itu, menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi para pengambil keputusan dan para stakeholders pembangunan pedesaan.

Prof. Kacung Marijan (Guru Besar FISIP Universitas Airlangga dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya)

Buku ini sangat menarik, memberikan gambaran konteks yang komprehensif tentang akses keadilan bagi orang miskin. Kondisi riil yang dihadapi oleh masyarakat miskin dalam mencari keadilan selalu mengalami ketidakadilan hukum. Orang miskin akan makin miskin dan diperlalukan secara tidak manusiawi, termasuk ketika mengalami masalah hukum. Buku yang ditulis ini merupakan refleksi panjang dari pengalaman yang digeluti selama ini oleh Mas Bambang. Sangat bermanfaat, menjadi referensi penting melihat konteks Indonesia yang beragam dari berbagai aspek termasuk aspek keadilan bagi masyarakat miskin.

Bagaimana mekanisme informal yang dimiliki oleh masyarakat, perlu dilestarikan atau dihidupkan kembali dalam proses penyelesaian sengketa. Tidak semua perkara harus digiring di ruang sidang. Mekanisme informal menjadi pilihan yang tepat dengan mempertimbangkan aspek geografis, biaya dan melibatkan berbagai pihak dalam desa yang dianggap tokoh atau tua adat untuk penyelesaian sengketa karena mudah dan tertangani. Pengalaman kasus-kasus yang dituangkan dalam buku ini memberikan masukan bagi kita semua dalam memperkuat dan mengedukasi masyarakat miskin terkait dengan akses keadilan hukum. Selamat dan terus berkarya Mas Bambang.

Baihajar Tualeka (Pendiri LPPA, Aktivis Perdamaian Maluku)

Isu penguatan hukum perempuan dan penguatan penyelesaian sengketa informal bagian yang diidentifikasi, dibahas dan diperbincangkan dengan menggunakan pendekatan teori dan analisis gender dalam pembangunan serta pengambil kebijakan. Tulisan dalam buku Pembangunan Masyarakat oleh seorang yang mengaku pekerja pembangunan, benar-benar bekerja dengan sepenuh "HATI". Menjembatani antara teori, kebijakan, dan pelaksanaan pembangunan. Menarik untuk di baca, dicermati, dan dianalisis oleh kalangan aktivis, pemerhati, peneliti, LSM, pengambil kebijakan serta akademisi. Saya sangat mengapresiasi kehadiran buku ini, menambah kekayaan keilmuan, pengetahuan wawasan, dan referensi.

Ir. Fitriyanti (Koalisi Perempuan Indonesia/KPI Sumatera Barat)

Wasiat buat Mas Bambang. Kumpulan tulisan Mas Bambang Soetono di dalam ”Refleksi Pembangunan Masyarakat yang Berpihak”, menghadirkan poin-poin penting pembelajaran dari gerakan pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Disajikan secara ringan, kumpulan tulisan ini menawarkan perspektif yang mudah dicerna. Penggunaan dan pemilihan contoh yang populer dan tepat memudahkan pembaca untuk memahami sekaligus terlibat di dalam diskusi pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Saya, sebagai sesama pelaku pemberdayaan, merasa dekat dan menangkap ide-ide penting pembahasan buku ini. Saya yakin tulisan ini akan semakin kuat dan kaya jika ditambahkan contoh-contoh kasus serupa dari negara lain sebagai pembanding. Selain itu tulisan ini juga akan sempurna jika di bagian akhir merekomendasikan solusi prediktif, misalnya konsep collaborative governance, bagi upaya pemberdayaan masyarakat di Indonesia.

Luthfi Azhari (Team Leader Democracy, Rights and Governance Development Objective, USAID)

Mengenal Mas Bambang adalah sosok lain di balik boomingnya skema Community Development sejak bergulirnya Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat. Dan buku ini sebagai sebuah sintesis baru bahwa sudah saatnya masyarakat memiliki ruang terbuka untuk mengakses keadilan sosial dalam seluruh program dan kegiatan sebagai daulat yang tercermin dalam pelimpahan kuasa rakyat, adanya jaminan regulasi yang berpihak pada rakyat sehingga terciptanya masyarakat yang berdaya, baik di desa sebagai kelembagaan maupun dalam tataran komunitas warganya.

Kandidatus Angge (Koordinator P3MD - Provinsi NTT)

Membaca buku ini membuat kita seolah-olah hadir di desa-desa, di daerah di mana kita melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat yang kurang mendapatkan akses keadilan hukum dan sumber daya lainnya. Kemudian bagaimana kita melakukan pendampingan agar masyarakat dekat dengan akses sumber daya tersebut dengan menjadikan program-program pemerintah sebagai solusi. Dengan begitu, kita diundang untuk ikut menghayati peran penting seorang pekerja pembangunan dalam berkontribusi untuk kebaikan negeri. Bacalah buku ini!

Jro Mangku I Kadek Suardika (Tenaga Ahli P3MD - Provinsi Bali)





Judul: Dasar-dasar Bahasa Belanda
Penulis: Rifqi Amrulah Fatah
Penerbit: Simpang, 2021
Tebal: x + 106 hlm; 130 x 200 mm

ISBN 978-623-92737-9-8

Setelah kemerdekaan Indonesia, bahasa Belanda seakan tidak terlalu mendapat perhatian. Akan tetapi, bahasa Belanda masih menjadi salah satu bahasa sumber atau referensi yang sangat penting di negara ini. Dokumen-dokumen pemerintahan penting dalam bahasa ini masih tetap berlaku secara resmi.

Hingga saat ini, keberadaan bahasa Belanda masih menjadi kebutuhan khusus terutama berkait dengan penelusuran sejarah Indonesia. Konon, berton-ton dokumen peninggalan kerajaan di negara ini telah beralih tempat di kepustakaan Belanda. Tak heran jika para akademisi harus mengejar dokumen tersebut untuk melalukan penelitian sejarah.

Buku di tangan Anda adalah langkah awal yang menjadi batu loncatan bagi para pembelajar yang membutuhkan penguasaan bahasa Belanda. Buku yang sederhana dan mudah dipahami ini dilengkapi Tata Bahasa Belanda untuk para pemula.

Judul: Tapak Cinta di Bumi Tuhan
Penulis: Muhammad Arifuddin
Penerbit: Simpang
Tahun: 2020
Tebal: iv + 94 hlm
Ukuran: 140 x 200 mm

ISBN 978-623-92737-8-1

Buku di tangan Anda ini adalah sebuah antologi cerpen yang dikemas dari beberapa kisah kehidupan sehari-hari. Meskipun terlihat sangat sederhana, tetapi antologi yang berjudul Tapak Cinta di Bumi Tuhan ini memiliki kisah-kisah inspiratif dan hikmah kebijaksanaan. Setiap penggal ceritanya selalu dibumbui dengan pelajajaran-pelajaran keislaman yang terkadang membuat hanyut pembaca.

Kita bisa mengambil satu contoh kisah, terutama tentang perjalanan tokoh dalam salah satu cerpen di buku ini yang harus menumpang saat tinggal di Prancis. Di negeri orang lain ini, ia justru bertemu dengan keluarga kecil bahagia yang begitu tulus membantunya dalam melakukan perjalanan panjang ke berbagai kota di dunia.

Pemilihan kata yang tepat sepertinya menjadikan antologi cerpen ini terasa lumayan menghanyutkan pembacanya.

Judul: Bersanding dengan Cemas
Penulis: Zhafirah Amalia
Penerbit: Simpang 2020
Tebal: viii + 94 hlm
Ukuran: 145 x 205 mm

ISBN 978-623-92737-6-7

Kecemasan adalah kondisi yang pernah menjangkiti hampir setiap orang, tak peduli dengan latar belakang atau status sosialnya. Orang yang mengalami kecemasan berlebihan sering mengalami efek psikosomatik, gangguan panik, hingga fobia. Tak hanya itu, terkadang kecemasan membuat seseorang menjadi tidak fokus dengan pekerjaan dan pikirannya, hanya terpusat dengan kecemasan itu.

Dalam dunia kedokteran dan psikologi, kecemasan berlebihan diartikan sebagai gangguan kecemasan (Anxiety Disorder). Gangguan kecemasan dapat didefinisikan sebagai kondisi perasaaaan yang takut secara berlebihan dan berlangsung terus menerus serta dapat mengganggu seseorang dalam melakukan kegiatan. Kondeisi semacam ini mungkin sedang terjadi kepada banyak orang yang sedang menghadapi isu pandemi selama beberapa bulan terakhir.

Nah, buku yang ada di hadapan Anda ini mencoba mengurai apa sesungguhnya bentuk dan penyebab, serta cara mengatasi kecemasan yang selama ini dapat menjangkit setiap orang. Meskipun terkesan sebagai buku yang sederhana, buku ini diharapkan mampu memperkenalkan efek negatif yang mungkin saja terjadi saat seseorang mengalaminya, dan mampu secara mandiri mengatasinya.


Judul: Manifesto Post-Marxisme dalam Pijar Pemikiran Jurgen Habermas dan Antonio Gramsci
Penulis: Mutiullah
Penerbit: Simpang, 2020
Tebal: xiv + 205 hlm
Ukuran: 150 x 235 mm

ISBN 978-623-92737-7-4

Kegelisahan utama buku ini, mengapa Marxisme cepat redup? Padahal, persoalan kemanusiaan semakin curat marut dengan lolosnya kapitalisme sebagai pemenang dalam perang ideologi global. Buku ini menjelaskan beberapa alasan sangat mendasar mengapa Marxisme sebagai ideologi gagal menyelesaikan proyek pembebasan. Pertama, Marxisme cenderung anti-demokrasi. Ini dibuktikan dengan fakta historis bahwa negara-negara yang bermazhab Marxisme baik di Eropa Timur atau pun di Asia menjadi negara otoriter dan bersifat tertutup. Kecenderungan ini menjadi boomerang bagi Marxisme, karena gagasan pembebasan tertutupi dengan sikap otoritarian.

Kedua, Marxisme menunjuk kelas proletar sebagai agen perubahan. Marxisme sangat yakin bahwa kaum proletar akan membawa ke zaman sosialis, yakni masyarakat tanpa kelas ketika hak milik pribadi dihapuskan. Harus diakui, pilihan perjuangan yang terlalu memfokuskan pada perjuangan kelas sosial tertentu, menjadi hal yang sangat dilematis bagi Marxisme. Persoalan-persoalan sosial ekonomi kontemporer tidak semata-mata milik satu kelas sosial, yakni kaum proletar. Persoalan yang lebih menggelisahkan saat ini adalah masalah bersama, yakni krisis lingkungan, krisis pangan dan konflik etnis.

Ketiga, runtuhnya simbol-simbol Marxisme di beberapa negara yang berhaluan Marxisme-komunisme. Uni Soviet atau saat ini disebut Rusia, sudah tidak lagi setia kepada ajaran Karl Marx. Tidak hanya itu, Rusia adalah salah satu negara yang tergabung dalam kelompok negara G-8, yakni negara borjuis-penindas yang bisa menentukan peta ekonomi dunia. Hal yang paling mengejutkan adalah bergantinya Cina sebagai salah satu negara kapitalis Asia. Dengan demikian, Marxisme sebagai mazhab politik sedikit demi sedikit mulai kehilangan kesaktiannya dan digantikan dengan sikap akomodatif terhadap kapitalisme sebagaimana yang terjadi di Rusia dan Cina.

Buku ini menjelaskan Post–Marxisme sebagai jalan liberasi baru, harapan baru dan perubahan substantif yang akan mengantarkan perubahan sosial kolektif berkemajuan. 

Judul: Permata Hati Penuntun Jalan ke Surga (Sebuah Ikhtiar Mewujudkan Birrul Walidain)
Penulis: Muhammad Arifuddin
Penerbit: Simpang, 2020
Tebal: xx + 344 hlm

ISBN 978-623-92737-5-0

Berkhidmat dan memuliakan ibu bapak adalah salah satu akhlak yang terpuji. Perintah berbakti kepada keduanya sering disandingkan setelah perintah beribadah kepada Allah Swt.

Karakter yang tertanam di dalam jiwa, itulah akhlak yang sesungguhnya. Buahnya adalah perbuatan nyata yang tampak oleh mata dan terasa oleh jiwa. Bila jiwa dididik sejak kecil untuk berakhlakul karimah, maka keluarlah secara spontanitas dari jiwanya perbuatan-pebuatan yang baik (tanpa terpaksa).

Namun, jika jiwa ditelantarkan dari pendidikan akhlak dan adab sejak dini, maka hal ini akan menumbuhkan buah yang pahit dari jiwa seorang manusia, yaitu akhlak yang buruk. Ataupun jika ia berbuat baik maka ia bertindak dengan terpaksa (alias tidak tumbuh dari keikhlasan dalam hatinya).

Salah satu untuk menumbuhsuburkan adab dan akhlak yang baik ini adalah dengan pendidikan adab dan pendidikan akhlak sejak kecil. Orang tua yang menginginkan putra putrinya menjadi anak saleh yang mau mendoakan keduanya, maka pendidikan akhlak sejak dini adalah suatu keharusan.

Buku ini mengupas mutiara-mutiara berbakti kepada orang tua dan cara mendidik anak agar memiliki akhlak mulia. Di samping itu, disampaikan pula bahayanya durhaka.

Judul: 'Iddah dan Ihdad dalam Mazhab Syafi'i dan Hanafi
Penulis: Yusroh dan Haaniyatur Roosyidah
Penerbit: Simpang, 2020
Tebal: x + 104 hlm
Ukuran: 130 x 200 mm

ISBN 978-623-92737-0-5

Di tengah arus utama glabalisasi yang serba instan, pemahaman agama masyarakat mulai tergerus oleh informasi yang terbelenggu dalam logika waktu pendek media. Pergaulan dengan kajian fiqih yang bersumber dari literatur mulai terpinggirkan. Ini adalah fenomena yang membutuhkan perhatian dan kepedulian kaum agamawan dan intelektual, agar umat tidak terus menjadi korban informasi palsu atau hoax, terutama di ranah keagamaan.

Buku kecil ini adalah salah satu ikhtiar menyajikan hasil penelitian terhadap literatur fiqih, baik yang terkait mazhab Syafi'i maupun Hanafi, khususnya mengenai 'Iddah dan Ihdad yang diperlukan tak hanya oleh kaum perempuan.

Sebagai catatan sederhana, buku ini dianggap penting karena masalah yang melingkupinya, termasuk kasus perceraian di Indonesia yang semakin hari kian meningkat. Di luar dari berbagai faktor yang menyebabkan perceraian terjadi, dampak hukum terutama bagi muslimah perlu diperhatikan secara serius yaitu 'iddah dan ihdad.