Manifesto Post-Marxisme dalam Pijar Pemikiran Jurgen Habermas dan Antonio Gramsci

Judul: Manifesto Post-Marxisme dalam Pijar Pemikiran Jurgen Habermas dan Antonio Gramsci
Penulis: Mutiullah
Penerbit: Simpang, 2020
Tebal: xiv + 205 hlm
Ukuran: 150 x 235 mm

Kegelisahan utama buku ini, mengapa Marxisme cepat redup? Padahal, persoalan kemanusiaan semakin curat marut dengan lolosnya kapitalisme sebagai pemenang dalam perang ideologi global. Buku ini menjelaskan beberapa alasan sangat mendasar mengapa Marxisme sebagai ideologi gagal menyelesaikan proyek pembebasan. Pertama, Marxisme cenderung anti-demokrasi. Ini dibuktikan dengan fakta historis bahwa negara-negara yang bermazhab Marxisme baik di Eropa Timur atau pun di Asia menjadi negara otoriter dan bersifat tertutup. Kecenderungan ini menjadi boomerang bagi Marxisme, karena gagasan pembebasan tertutupi dengan sikap otoritarian.

Kedua, Marxisme menunjuk kelas proletar sebagai agen perubahan. Marxisme sangat yakin bahwa kaum proletar akan membawa ke zaman sosialis, yakni masyarakat tanpa kelas ketika hak milik pribadi dihapuskan. Harus diakui, pilihan perjuangan yang terlalu memfokuskan pada perjuangan kelas sosial tertentu, menjadi hal yang sangat dilematis bagi Marxisme. Persoalan-persoalan sosial ekonomi kontemporer tidak semata-mata milik satu kelas sosial, yakni kaum proletar. Persoalan yang lebih menggelisahkan saat ini adalah masalah bersama, yakni krisis lingkungan, krisis pangan dan konflik etnis.

Ketiga, runtuhnya simbol-simbol Marxisme di beberapa negara yang berhaluan Marxisme-komunisme. Uni Soviet atau saat ini disebut Rusia, sudah tidak lagi setia kepada ajaran Karl Marx. Tidak hanya itu, Rusia adalah salah satu negara yang tergabung dalam kelompok negara G-8, yakni negara borjuis-penindas yang bisa menentukan peta ekonomi dunia. Hal yang paling mengejutkan adalah bergantinya Cina sebagai salah satu negara kapitalis Asia. Dengan demikian, Marxisme sebagai mazhab politik sedikit demi sedikit mulai kehilangan kesaktiannya dan digantikan dengan sikap akomodatif terhadap kapitalisme sebagaimana yang terjadi di Rusia dan Cina.

Buku ini menjelaskan Post–Marxisme sebagai jalan liberasi baru, harapan baru dan perubahan substantif yang akan mengantarkan perubahan sosial kolektif berkemajuan. 

Similar Movies