Pembangunan Masyarakat yang Berpihak

Judul: Pembangunan Masyarakat yang Berpihak (Refleksi Seorang Pekerja Pembangunan)
Penulis: Bambang Soetono
Penerbit: Simpang Nusantara, 2021
Tebal: xx + 196 hlm
ISBN: 978-623-96479-2-6

Bagi yang berminat,
silakan order via WA 08128402365

Buku yang ditulis oleh Mas Bambang Soetono ini menarik. Selain ditulis oleh orang yang mengetahui persis tentang pembangunan dan pemberdayaan yang terjadi di lapangan, juga oleh orang yang memiliki latar belakang studi di bidang hukum yang matang. Karena itu, pilihan refleksi yang ditulis di sini, merupakan cerminan dari pengalaman lapangan dan perspektif akademik yang dimilikinya. Pendekatan kelembagaan baru menjadi titik tolak dari pembahasan. Bahwa apa yang terjadi di pedesaan pasca reformasi merupakan bagian dari ‘keinginan politik’ untuk mengubah nalar pembangunan, dari sebelumnya tersentralisasi menuju terdesentralisasi, dari yang sebelumnya hanya terkonsentrasi di perkotaan menuju ke arah yang lebih adil ke pedesaan. Tetapi, mewujudkan ‘keinginan politik’ itu tentu saja tidak seperti membalik telapak tangan. Apa yang ditulis oleh Mas Bambang ini, karena itu, menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi para pengambil keputusan dan para stakeholders pembangunan pedesaan.

Prof. Kacung Marijan (Guru Besar FISIP Universitas Airlangga dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya)

Buku ini sangat menarik, memberikan gambaran konteks yang komprehensif tentang akses keadilan bagi orang miskin. Kondisi riil yang dihadapi oleh masyarakat miskin dalam mencari keadilan selalu mengalami ketidakadilan hukum. Orang miskin akan makin miskin dan diperlalukan secara tidak manusiawi, termasuk ketika mengalami masalah hukum. Buku yang ditulis ini merupakan refleksi panjang dari pengalaman yang digeluti selama ini oleh Mas Bambang. Sangat bermanfaat, menjadi referensi penting melihat konteks Indonesia yang beragam dari berbagai aspek termasuk aspek keadilan bagi masyarakat miskin.

Bagaimana mekanisme informal yang dimiliki oleh masyarakat, perlu dilestarikan atau dihidupkan kembali dalam proses penyelesaian sengketa. Tidak semua perkara harus digiring di ruang sidang. Mekanisme informal menjadi pilihan yang tepat dengan mempertimbangkan aspek geografis, biaya dan melibatkan berbagai pihak dalam desa yang dianggap tokoh atau tua adat untuk penyelesaian sengketa karena mudah dan tertangani. Pengalaman kasus-kasus yang dituangkan dalam buku ini memberikan masukan bagi kita semua dalam memperkuat dan mengedukasi masyarakat miskin terkait dengan akses keadilan hukum. Selamat dan terus berkarya Mas Bambang.

Baihajar Tualeka (Pendiri LPPA, Aktivis Perdamaian Maluku)

Isu penguatan hukum perempuan dan penguatan penyelesaian sengketa informal bagian yang diidentifikasi, dibahas dan diperbincangkan dengan menggunakan pendekatan teori dan analisis gender dalam pembangunan serta pengambil kebijakan. Tulisan dalam buku Pembangunan Masyarakat oleh seorang yang mengaku pekerja pembangunan, benar-benar bekerja dengan sepenuh "HATI". Menjembatani antara teori, kebijakan, dan pelaksanaan pembangunan. Menarik untuk di baca, dicermati, dan dianalisis oleh kalangan aktivis, pemerhati, peneliti, LSM, pengambil kebijakan serta akademisi. Saya sangat mengapresiasi kehadiran buku ini, menambah kekayaan keilmuan, pengetahuan wawasan, dan referensi.

Ir. Fitriyanti (Koalisi Perempuan Indonesia/KPI Sumatera Barat)

Wasiat buat Mas Bambang. Kumpulan tulisan Mas Bambang Soetono di dalam ”Refleksi Pembangunan Masyarakat yang Berpihak”, menghadirkan poin-poin penting pembelajaran dari gerakan pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Disajikan secara ringan, kumpulan tulisan ini menawarkan perspektif yang mudah dicerna. Penggunaan dan pemilihan contoh yang populer dan tepat memudahkan pembaca untuk memahami sekaligus terlibat di dalam diskusi pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Saya, sebagai sesama pelaku pemberdayaan, merasa dekat dan menangkap ide-ide penting pembahasan buku ini. Saya yakin tulisan ini akan semakin kuat dan kaya jika ditambahkan contoh-contoh kasus serupa dari negara lain sebagai pembanding. Selain itu tulisan ini juga akan sempurna jika di bagian akhir merekomendasikan solusi prediktif, misalnya konsep collaborative governance, bagi upaya pemberdayaan masyarakat di Indonesia.

Luthfi Azhari (Team Leader Democracy, Rights and Governance Development Objective, USAID)

Mengenal Mas Bambang adalah sosok lain di balik boomingnya skema Community Development sejak bergulirnya Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat. Dan buku ini sebagai sebuah sintesis baru bahwa sudah saatnya masyarakat memiliki ruang terbuka untuk mengakses keadilan sosial dalam seluruh program dan kegiatan sebagai daulat yang tercermin dalam pelimpahan kuasa rakyat, adanya jaminan regulasi yang berpihak pada rakyat sehingga terciptanya masyarakat yang berdaya, baik di desa sebagai kelembagaan maupun dalam tataran komunitas warganya.

Kandidatus Angge (Koordinator P3MD - Provinsi NTT)

Membaca buku ini membuat kita seolah-olah hadir di desa-desa, di daerah di mana kita melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat yang kurang mendapatkan akses keadilan hukum dan sumber daya lainnya. Kemudian bagaimana kita melakukan pendampingan agar masyarakat dekat dengan akses sumber daya tersebut dengan menjadikan program-program pemerintah sebagai solusi. Dengan begitu, kita diundang untuk ikut menghayati peran penting seorang pekerja pembangunan dalam berkontribusi untuk kebaikan negeri. Bacalah buku ini!

Jro Mangku I Kadek Suardika (Tenaga Ahli P3MD - Provinsi Bali)





Similar Movies