PELAJARAN DARI DAERAH ISTIMEWA
Rp 128.000
Judul: PELAJARAN DARI DAERAH ISTIMEWA: Strategi Implementasi Kebijakan Konvergensi untuk Menurunkan Stunting di Yogyakarta
Penulis: Bambang Soetono
Penerbit: Simpang Nusantara, 20206
Tebal: xx + 314 hlm.
Ukuran: 15,5 x 23 cm
Penulis: Bambang Soetono
Penerbit: Simpang Nusantara, 20206
Tebal: xx + 314 hlm.
Ukuran: 15,5 x 23 cm
Di balik angka-angka penurunan stunting yang kerap kita baca dalam laporan resmi, sesungguhnya tersimpan cerita-cerita yang lebih sunyi tentang kerja-kerja kolaborasi yang tidak selalu mudah, tentang koordinasi yang kadang tersendat, dan tentang harapan yang terus dijaga di tengah berbagai keterbatasan. Buku ini lahir dari keinginan untuk mendekat pada cerita-cerita tersebut, untuk melihat tidak hanya apa yang tampak di permukaan, tetapi juga dinamika yang bergerak di baliknya.
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi ruang tempat kisah ini dituturkan. Sebuah wilayah yang tidak hanya dikenal karena keistimewaannya, tetapi juga karena kemampuannya merawat nilai, tradisi, dan tata kelola yang khas. Dalam konteks itulah, kebijakan konvergensi percepatan penanggulangan stunting dijalankan bukan sebagai sesuatu yang seragam, melainkan sebagai proses yang terus bernegosiasi dengan realitas lokal.
Melalui buku ini, penulis mencoba mengikuti alur perjalanan kebijakan tersebut dari tingkat provinsi hingga ke kelurahan/kalurahan, dari ruang rapat formal hingga percakapan sehari-hari para pelaksana di lapangan. Rentang waktu 2018 hingga 2023 menjadi saksi bagaimana kebijakan tidak hanya diimplementasikan, tetapi juga diinterpretasikan, disesuaikan, bahkan terkadang dinegosiasikan ulang.
Dari perjalanan itu, terlihat bahwa capaian yang baik tidak selalu berarti tanpa celah. Masih ada simpul-simpul koordinasi yang perlu dirajut lebih erat, data yang perlu dipertemukan dalam satu bahasa, serta kapasitas yang perlu tumbuh secara lebih merata. Namun di saat yang sama, selalu ada ruang harapan bahwa melalui kolaborasi yang tulus dan pembelajaran yang terus-menerus, kebijakan dapat menemukan bentuknya yang paling relevan bagi masyarakat. Selamat membaca!
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi ruang tempat kisah ini dituturkan. Sebuah wilayah yang tidak hanya dikenal karena keistimewaannya, tetapi juga karena kemampuannya merawat nilai, tradisi, dan tata kelola yang khas. Dalam konteks itulah, kebijakan konvergensi percepatan penanggulangan stunting dijalankan bukan sebagai sesuatu yang seragam, melainkan sebagai proses yang terus bernegosiasi dengan realitas lokal.
Melalui buku ini, penulis mencoba mengikuti alur perjalanan kebijakan tersebut dari tingkat provinsi hingga ke kelurahan/kalurahan, dari ruang rapat formal hingga percakapan sehari-hari para pelaksana di lapangan. Rentang waktu 2018 hingga 2023 menjadi saksi bagaimana kebijakan tidak hanya diimplementasikan, tetapi juga diinterpretasikan, disesuaikan, bahkan terkadang dinegosiasikan ulang.
Dari perjalanan itu, terlihat bahwa capaian yang baik tidak selalu berarti tanpa celah. Masih ada simpul-simpul koordinasi yang perlu dirajut lebih erat, data yang perlu dipertemukan dalam satu bahasa, serta kapasitas yang perlu tumbuh secara lebih merata. Namun di saat yang sama, selalu ada ruang harapan bahwa melalui kolaborasi yang tulus dan pembelajaran yang terus-menerus, kebijakan dapat menemukan bentuknya yang paling relevan bagi masyarakat. Selamat membaca!